Membuat Huruf Awal Besar Menggunakan Drop Cap

12.15.2008
hello !

Kita jumpa lagi dalam serba-serbi komputer,moga aja setiap postingan disini berguna untuk Anda, mari kita mulai...
Terkadang kita sering melihat di koran-koran atau majalah bentuk tulisan yang huruf awalnya mempunyai ukuran yang agak besar. Kita pun dapat membuat hal seperti itu agar bulletin atau tulisan yang kita buat terlihat bagus
dan professional. Format tersebut dapat dibuat dengan menggunakan Microsoft Word, yaitu dengan teknik format Drop Cap. Caranya sebagai berikut:

1. Pastikan Anda berada pada tampilan Page Layout/ Print Layout.

2. Klik pada paragraf di mana Anda ingin membuat huruf awal besar.

3. Kemudian klik menu [Format] lalu pilih [Drop Cap].

4. Maka akan terbuka dialog Drop Cap, klik icon [Dropped] untuk mengalirkan teks di sekitarnya atau klik icon [In Margin] untuk memindahkan huruf awal ke margin kiri.

5. Anda juga dapat menentukan font yang berbeda untuk huruf awal tersebut dengan mengklik panah bawah Font.

6. Pada kotak Lines to Drop tentukan (dalam banyaknya baris) tinggi huruf awal tersebut.

7. Kemudian pada kotak Distance From Text, tentukan (dalam inci) berapa jauh huruf awal tersebut dari teks paragraf.

8. Klik [OK].

Sekian, silahkan coba! kita jumpa lagi dalam tips & trik komputer yang akan datang ...bye
Read More...

Mematikan Fitur Download “Media Information” dari Internet

12.12.2008
Windows Media Player 9 merupakan versi multimedia player terbaru untuk sistem operasi Windows. Perangkat lunak ini mampu untuk mencari informasi yang terkait dengan CD atau DVD yang sedang Anda mainkan pada player tersebut melalui jaringan Internet.

Windows Media Player juga akan secara otomatis mencari informasi serupa ketika Anda memutar MP3 atau file WMA (Windows Media Audio). Informasi yang dicari ketika Anda memutar CD atau DVD adalah nama artis, judul lagu dan nama album dari CD atau DVD. Sedangkan jika Anda memutar file musik yang ada di harddisk, Windows Media Player secara otomatis akan melengkapi informasi mengenai musik yang Anda putar. Sebagai contoh Anda memiliki file musik yang dilengkapi data nama artis penyanyinya, namun nama albumnya tidak Anda tuliskan. Nah, di sini Windows Media Player akan berperan dengan melengkapi informasi nama album yang didapatkan dari Internet. Kesemua informasi tersebut diambil dari situs WindowsMedia.com yang telah disiapkan oleh Microsoft. Meskipun ini adalah fitur yang bagus, masalah yang muncul disini adalah jika Anda adalah orang yang sensitif dengan masalah privacy. Secara tidak langsung, mau tidak mau Anda harus mengirimkan data mengenai file, CD, atau DVD yang Anda miliki ke Internet, dalam hal ini ke situs WindowsMedia.com. Jika ini merupakan masalah bagi Anda, maka Anda dapat mematikan fasilitas
download media information ini. Caranya adalah sebagai berikut:
1. Jalankan Group Policy Editor, dengan cara mengklik [Start]>[Run…] kemudian ketik gpedit.msc.
2. Masuklah ke sub folder Windows Media Player yang berada pada folder Local Computer Policy\User Configuration\Administrative Templates\Windows Components\.
3. Carilah setting Prevent CD and DVD Media Information Retrieval kemudian klik ganda setting tersebut.
4. Klik radio button [Enabled] untuk menonaktifkan Media Information Retrieval pada media CD dan DVD.
5. Klik [OK].
6. Sekarang, klik ganda setting Prevent File Music Media Information Retrieval. Setting ini berfungsi mengatur urusan Media Information Retrieval untuk file musik yang berada di harddisk.
7. Pada Prevent File Music Media Information Retrieval Properties aktifkan opsi [Enabled], kemudian klik [OK].
8. Terakhir, tutup jendela Group Policy. Sebagai catatan tambahan, trik ini hanya dapat bekerja Jika Anda telah meggunakan Windows Media Player versi 9!
Sampai jumpa...moga trik komputer ini berguna untuk anda.

Read More...

Mengelola Penjadwalan Melalui Star Office

11.12.2008
Salah satu parameter sukses atau tidaknya sebuah kegiatan adalah baik tidaknya
mengatur penjadwalan. Penjadwalan yang baik terhadap suatu kegiatan memungkinkan kegiatan-kegiatan dilakukan secara terarah dan terencana. Nah, pada pembahasan kali ini kita akan membahas bagaimana mengatur jadwal pada perangkat lunak Star Office. Star Office menyediakan dua fasilitas penjadwalan yakni penjadwalan kejadian atau event dan penjadwalan tugas atau task. Mengelola Kejadian Kegiatan pengelolaan kejadian dilakukan dengan memasukkan kejadian beserta karakteristik yang mengikutinya. Karakteristik itu berupa bagaimana pengguna diingatkan apakah perlu mempergunakan suara. Kemudian bagaimana prioritas kegiatan tersebut. Siapa saja yang akan menjadi partner, atau kapan waktunya pengguna akan diingatkan, dan beberapa karakteristik lainnya. Berikut tahapan-tahapan selengkapnya.

1. Klik pada [Explorer]>[Task & Event]>[Event]. Atau pada desktop dengan melakukan klik ganda pada gambar berlabel Events. Lihat

2. Tentukan tanggal kejadian pada kalender yang terletak dibagian kanan. Kemudian bubuhkan tema kejadian, klik ganda pada area waktu. Area waktu akan memberikan ruang untuk memberi nama sebuah kegiatan. Jika sudah klik disembarang area.

3. Secara default skala waktu yang dipergunakan adalah per jam. Jika ingin mengubahnya, klik kiri pada area waktu. Akan tampil sebuah konteks menu. Klik
[Time Scale] lalu pilih salah
satu dari nilai satuan waktu.

4. Tambahkan bentuk kejadian yang akan diatur melalui kotak Details. Di dalamnya tercakup beberpa criteria yakni, Content, Details, Reminder, Reccurence, Participants. Jika tabel Details belum diaktifkan, aktifkan melalui menu [View]> [Details].

5. Berikan penjelasan mengenai bentuk kegiatan pada sub Content didalam kotak Description. Bentuk kegiatan ini berfungsi untuk menjelaskan jenis kegiatan apa yang akan dilakukan. Pengguna dapat pula memberikan referensi,
seperti URL atau bookmark, pada kotak Reference jika diperlukan.

6. Jika kita memerlukan set waktu yang lebih presisi, klik sub Details. Set-lah waktu untuk kegiatan yang diperlukan, dimulai dari dan sampai dengan jam berapa. Lokasi dilakukannya kegiatan jangan lupa sertakan pula. Berikutnya
tetapkan hak akses, prioritas kegiatan, dan kategorinya.

7. Untuk memudahkan pemberitahuan, perlu menyertakan elemen tambahan misalnya suara. Klik sub Reminder. Terdapat dua fasilitas yang dapat dipergunakan, yaitu melalui dialog dan e-mail. Jika kita memilih dialog, kita harus
menentukan berapa menit dialog akan ditampilkan sebelum kegiatan terjadi. Untuk lebih memberi sedikit kejutan, tambahkan efek suara.

8. Jika Anda menginginkan beberapa orang rekan Anda diingatkan, pergunakan opsi e-mail. Dua buah informasi yang harus disertakan adalah keterangan mengenai event itu sendiri dan alamat e-mail penerima pesan.

9. Untuk mengulangi proses pengingatan, klik sub Reccurence. Kita dapat memilih kapan waktu pesan itu perlu ditampilkan kembali.

10.Langkah terakhir adalah menyertakan siapa saja yang akan ikut dalam kegiatan tersebut. Klik drop-down menu yang terdapat pada sub Participants, pilih salah satunya. Jika orang yang Anda maksud tidak tersedia, Anda dapat memasukannya melalui Address Book. Mengelola Tugas Berbeda dengan pengelolaan kejadian, pada pengelolaan tugas, Star Office hanya menyertakan beberapa informasi saja dari pengelolaan kejadian di samping beberapa informasi tambahan. Informasi tambahan tersebut adalah hal yang berkaitan dengan prosentase penyelesaian suatu tugas. Berikut langkah-langkahnya.

1. Seperti pengelola kejadian klik pada fasilitas [Explorer] atau dari desktop, namun kali ini klik perintah berlabel [Tasks].

2. Untuk menambahkan tugas baru. Klik [New task] pada object bar atau jendela task. Akan tampil sebuah kotak tugas. Isikan pada kotak yang aktif tersebut nama tugas yang akan dilakukan. Jika sudah, klik di sembarang area.

3. Sama seperti pada penjadwalan sebuah kegiatan, dalam event pun perlu memasukan penjelasan. Pilih sub Content untuk masukan penjelasan tugas tersebut pada kolom Description.

4. Berikutnya sertakan karakteristik dari tugas tersebut, seperti waktu mulai, waktu selesai, hak akses atas pekerjaan tersebut, dan jangan lupa tetapkan prioritasnya. Prioritas menunjukan posisi tugas tersebut terhadap tugas lainnya.
Untuk melakukannya pilih sub Details.

5. Langkah terakhir adalah memasukan pihak-pihak yang mungkin membantu dalam penyelesaian tugas tersebut. Klik sub Participants, kemudian lanjutkan dengan memilih kolaborator pada dropdown menu. Jika kolaborator belum masuk pada tabel di bawahnya, klik kolom nama. Jika langkah-langkah diatas sudah terpenuhi, kita tinggal menunggu Star Office memberitahu kegiatan atau tugas-tugas apa saja yang harus kita kerjakan.

Semoga bermanfaat.nanti dilanjut lagi pada serba-serbi komputer yang akan datang Read More...

Mengamankan Setting Screen Saver

6.10.2008
Masing-masing screen saver dapat kita modifikasi melalui tombol [Settings] yang terdapat pada tab Screen saver yang ada pada [Control panel]>[Display properties]. Bila tidak ingin setting yang Anda sudah atur diubah lagi oleh orang lain, maka salah satu langkah preventifnya adalah dengan menyembunyikan tombol [Settings] ini. Caranya:

1. Jalankan Registry editor yaitu dengan mengetikkan regedit pada [Start]>[Run].

2. Masuklah ke key HKEY_CURRENT_USER\Software\Policies\Microsoft \
Windows\Control Panel\Desktop.

3. Buatlah data DWORD dengan nama ScreenSaverSettingsButton.

4. Klik ganda data tersebut dan isikan nilainya dengan 1. Untuk melihat hasilnya, cobalah
jalankan [Display properties]>[Screen saver]. Anda akan melihat tombol [Settings
disembunyikan. Untuk menampilkannya kembali, sangat mudah, Anda cukup mengganti nilai
1 tersebut menjadi 0 atau menghapus data tersebut.

Selamat mencoba. sampai jumpa pada posting serba-serbi komputer selanjutnya
Read More...

Menonaktifkan Menu Shortcut pada Browser

5.28.2008


Anggaplah Anda telah menonaktifkan suatu menu tertentu di Internet Explorer melalui registry atau group policy. Setelah itu Anda mengeceknya dengan menjalankan Internet Explorer dan memeriksa perubahan yang telah Anda lakukan. Ternyata, perubahan yang Anda lakukan berhasil. Menu yang Anda nonaktifkan telah menghilang dari browser. Tapi anehnya, suatu ketika Anda menemukan ada pengguna yang masih bisa menggunakan menu yang telah Anda sembunyikan. Bagaimana itu bisa terjadi? Coba Anda jalankan browser Internet Explorer pada

komputer Anda. Setelah itu klik kanan mouse pada bagian toolbar. Di sana akan muncul beberapa opsi seperti [Standard Buttons], [Links], [Customize…] dan masih ada beberapa opsi lain. Jika salah satu menu diklik, maka akan muncul beberapa shortcut atau menu lain yang dapat digunakan user. Melalui jalan inilah pengguna bias memanfaatkan shortcut yang ada untuk menjalankan menu yang telah Anda sembunyikan. Solusinya, nonaktifkan saja menu konteks yang memunculkan shortcut-shortcut tadi! Caranya:

1. Klik [Start]>[Run…] kemudian ketik gpedit.msc pada kotak Run untuk menjalankan Group Policy.

2. Pada jendela Group Policy masuklah ke sub folder Local Computer Policy\User Configuration\AdministrativeTemplates\WindowsComponents\Internet Explorer\Browser menus\.

3. Klik ganda setting Disable Context menu yang terdapat di bagian kanan window.

4. Ketika Disable Context menu Properties terbuka, ubah pilihan radio button yang sebelumnyaberada di [Not Configured] menjadi [Enabled].

5. Tekan [Apply]>[OK].

6. Tutup jendela Group Policy.

Read More...

Mengamankan Internet Options dari Tangan Jahil

5.08.2008
Kliklah tombol [Start]>[Control Panel]>[Network and Internet Connections]>[Internet Options]. Pada jendela Internet Properties yang muncul, terdapat berbagai opsi untuk mengoptimalkan kualitas Internet Anda. Misalnya saja pada tab [Connection], di sana Anda dapat mengatur proxy setting dari koneksi yang sedang Anda gunakan. Pada tab [Security], Anda bisa mengatur fitur-fitur apa saja yang bisa diakses dan yang tidak dapat diakses browser, untuk meningkatkan keamanan. Pada Internet Properties ini Anda juga dimungkinkan untuk mengatur homepage, cache, history, setting tampilan browser, dan cookie yang berkaitan dengan privacy Anda. Jika seluruh bagian dari setting tersebut telah Anda atur dengan optimal, sayang rasanya bila Anda membiarkannya tetap muncul di Control Panel, karena pengguna lain di komputer Anda akan dapat mengubah-ubah setting yang telah Anda buat tersebut. Akan lebih baik jika Anda menguncinya, agar tab tadi tidak lagi muncul dan bias diutak-atik. Berikut ini langkah langkahnya:

1. Jalankan aplikasi pengedit policy, Group Policy, dengan cara mengklik [Start]>[Run…] Kemudian ketik gpedit.msc.

2. Masuklah ke folder Local Computer Policy\User Configuration\AdministrativeTemplates\Windows Components\Internet Explorer\Internet Control Panel.

3. Di bagian kanan jendela Group Policy terdapat tujuh setting yaitu, Disable the General page,Disable the Security page, Disable the Content page, Disable the Connections page,Disable the Programs page, Disable the Privacy page dan Disable the Advanced page. Sesuai dengan namanya, ketujuh setting ini berfungsi untuk mematikan tab [General], [Security], [Content], [Connections], [Programs], [Privacy], dan [Advanced] yang berada di Internet Options. Tentukan tab mana yang ingin Anda sembunyikan dengan mengklik ganda setting yang Anda inginkan.

4. Klik radio button [Enabled], kemudian klik [OK].

5. Ulangi langkah 3 dan 4 untuk menonaktifkan tab lainnya.

6. Setelah itu tutup jendela Group Policy. Jika sewaktu-waktu Anda ingin memunculkan kembali tab yang telah disembunyikan, masuk saja kembali ke Group Policy kemudian pilih opsi [Disabled] atau [Not Configured] dari setting yang ingin Anda aktifkan kembali. Sedikit tips tambahan, Anda bisa melihat apakah setting di atas dalam keadaan enable atau disable melalui kolom State yang terdapat dibagian kanan kolom Setting.

bye..bye, jumpa lagi pada serba-serbi komputer dan tips & trik komputer yang akan datang
Read More...

Mengunci Path Folder My Documents

4.30.2008
Jika Anda pengguna Windows 9x atau Windows Me, Anda tentu sudah mengetahui di mana lokasi default My Documents pada Windows. Pada Windows Me atau versi yang lebih rendah, Microsoft menaruh folder My Documents pada C:\My Documents\. Berbeda halnya dengan sistem operasi berbasis NT seperti Windows NT, 2000 dan XP. Berbagai system operasi tersebut meletakkan My Documents-nya pada folder C:\Documents and Settings\\My Documents\. Meskipun folder diatas merupakan folder standar, pengguna masih dapat mengubahnya. Misalkan pengguna ingin dokumen diletakkan pada drive lain yang dikhususkan untuk menyimpan data. Ia cukup mengklik kanan [My Documents], kemudian pilih [Properties]. Pada bagian Target folder location, pengguna dapat mendefinisikan lokasi dokumen yang baru. Bagi administrator, jika komputer yang dikelolanya digunakan oleh user yang sering memindah mindahkan folder dokumen, tentu pengelolaannya menjadi sedikit lebih sulit. Akan lebih baik jika Anda menentukan suatu tempat untuk menyimpan dokumen, kemudian menguncinya agar kesemrawutan dapat dihindari. Berikut ini cara mengunci folder My Documents melalui Group Policy:
1. Klik [Start]>[Run…] kemudian ketik gpedit.msc untuk menjalankan Group Policy.
2. Masuklah ke folder Local Computer Policy\User Configuration\Administrative Templates\Desktop.
3. Klik ganda setting Prohibit user from changing My Documents path yang berada di bagian kanan window.
4. Pilih radio button [Enabled].
5. Klik [OK], lalu tutup jendela Group Policy.
Sekian...jumpa lagi di serba-serbi komputer yang akan datang
Read More...
banner125125 d'famous_125x125 ads_box ads_box ads_box
 

Followers